Lembar Kerja Siswa
Umbar Yanti ( PAI 6i )
Lembar kerja Siswa
1. Lembar Kerja Siswa
ialah lembaran-lembaran berisi tugas yang harus dikerjakan oleh siswa. LKS biasanya berupa petunjuk dan langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu tugas. Bentuk-bentuk LKS terdiri dari LKS eksperimen dan LKS non eksperimen.
LKS eksperimen berupa lembar kerja yang memuat petunjuk praktikum yang menggunakan alat-alat dan bahan-bahan.
LKS non eksperimen berupa lembar kegiatan yang memuat teks yang menuntut siswa melakukan kegiatan diskusi suatu materi pembelajaran.
Lembar Kegiatan Siswa adalah paduan siswa yang digunakan untuk melakukan kegiatan
penyelidikan atau pemecahan masalah. LKS menjadi sumber belajar dan media pembelajaran tergantung pada kegiatan pembelajaran yang dirancang. Lembar Kerja Siswa (LKS) hasil pengem-bangan memberikan alternatif strategi pembe-lajaran yang inovatif, konstruktif, dan berpusat pada siswa, dengan memfokuskan pada tercapai nya kompetensi yang diharapkan. Komponen-komponen dalam LKS diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif, dan memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologi siswa.
LKS hasil pengembangan juga menjadi dokumen kurikulum yang berkualitas, sebab telah melewati tahap validasi dan uji coba, sehingga layak digunakan siswa. Lembar Kerja Siswa (LKS) merupakan panduan bagi siswa dalam memahami keterampilan proses dan konsep-konsep materi yang sedang dan akan dipelajarai. Lembar Kerja Siswa (LKS) yang dikembangkan berbasis inkuiri terbimbing terdiri dari komponen-komponen: judul, kompetensi dasar, tujuan pembelajaran, merumuskan masalah, hipotesis, alat dan bahan,
langkah percobaan, tabel hasil pengamatan, analisis data, dan kesimpulan. LKS itu sendiri memiliki beberapa manfaat dan tujuan dalam pembelajaran diantaranya mengaktifkan siswa dalam proses pembelajaran, membantu siswa dalam mengembangkan konsep, melatih siswa untuk menemukan dan mengembangkan proses belajar mengajar, sebagai alat bantu guru dan siswa dalam melaksanakan proses belajar mengajar, membantu siswa untuk menambah info tentang konsep, membantu siswa memperoleh catatan materi yang dipelajari dalam melakukan kegiatan pembelajaran, membantu guru dalam menyusun perangkat pembelajaran, oleh karena itu pembelajaran disekolah juga perlu pengembangan perangkat pembelajaran, salah satunya LKS yang dikembangkan oleh guru sebagai fasilitator dan pedoman pembelajaran, supaya siswa dapat ikut berperan aktif dalam kegiatan belajar mengajar.
2. Penggunaan media
memberikan manfaat dalam proses pembelajaran, hal ini dikemukakan oleh Arsyad (2011) antara lain yaitu :
Media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga proses belajar semakin lancar dan meningkatkan hasil belajar.
Media pembelajaran dapat meningkatkan motivasi siswa, dengan mengarahkan perhatian siswa sehingga memungkinkan siswa belajar sendiri-sendiri sesuai kemampuan dan minatnya.
Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera, ruang, dan waktu.
Media pembelajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa tentang peristiwa-peristiwa di lingkungn mereka, serta memungkinkn terjadinya interaksi langsung dengan guru, masyarakat, dan lingkungannya. LKS berbasis metode percobaan disusun untuk membantu siswa menemukan konsep pembelajaran melalui kegiatan pemecahan masalah menggunakan metode percobaan.
Langkah-Langkah Pengembangan LKS Untuk menggunakan LKS yang menarik dan dapat di gunakan secara maksimal oleh peserta didik dalam kegiatan pembelajaran, ada langkah yang ditempuh, yaitu penentuan tujuan pembelajaran, pengumpulan materi, penyusunan elemen atau unsur-unsur, serta pemeriksaan dan penyempurnaan. Menentukan Desain Pengembangan LKS Seperti halnya bahan ajar yang menggunakan media cetak, desain LKS pada dasarnya tidak mengenal pembatasan. Batas yang ada hanyalahimajnasisebagai pendidik. Meski demikian, ada dua yang perlu diperhatikan pada saat mendesain LKS, yaitu tingkat kemampuan membaca peserta didik dan pengetahuan peserta didik.