Pengembangan Silabus

Umbar Yanti (11811292)
Pengembangan Silabus. 

silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan kelompok mata pelajaran dan tema tertentu yang mencakup Standar Kompetensi, Kompetensi dasar, materi pokok dan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. Silabus merupakan pengembangan kurikulum yang menjabarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang ingin dicapai, pokok-pokok dan uraian materi yang perlu dipelajari peserta didik. silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan atau kelompok mata pelajaran atau tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.
Silabus sebagai pengembangan kurikulum dan pembelajaran dalam implementasinya oleh pendidik dijabarkan dalam rencana dan pelaksanaan pembelajaran sampai pada penilaian hasil belajar. Pendidik mengkaji dan mengembangkan silabus secara berkelanjutan dengan memperhatikan dan mempertimbangkan hasil evaluasi pembelajaran melalui refleksi maupun melalui penelitian tindakan kelas dan evaluasi hasil belajar melalui tes dengan prosedur yang benar dan standar. silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan atau kelompok mata pelajaran dan tema tertentu yang mencakup standar kompetensi , kompetensi dasar, materi pokok atau pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. 
Prinsip pengembangan silabus, silabus menurut Muslich (2007:25) merupakan salah satu produk pengembangan kurikulum dan pembelajaran yang berisikan garis-garis besar materi pembelajaran. 
Prinsip pengembangan menurut BNSP (2006) silabus:
ilmiah yaitu keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan.
relevan yaitu cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional, dan spritual peserta didik.
sistematis yaitu komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi.
konsisten yaitu adanya hubungan yang konsisten (ajeg, taat asas) antara kompetensi dasar, indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian.
memadai yaitu cakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar.
 aktual dan kontekstual yaitu cakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu, teknologi, dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata, dan peristiwa yang terjadi. 
fleksibel yaitu keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik, pendidik, serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat; dan.
menyeluruh yaitu komponen silabus mencakup keseluruhan ranah 
kompetensi kognitif, afektif, psikomotor.
Langkah-langkah Pengembangan Silabus dilihat dari unit waktu penggunaan silabus meliputi hal-hal penting yang perlu diperhatikan oleh para pengembang kurikulum: 
silabus mata pelajaran disusun berdasarkan seluruh alokasi waktu yang disediakan untuk mata pelajaran selama penyelenggaraan pendidikan di tingkat satuan pendidikan.
penyusunan silabus memperhatikan alokasi waktu per semester, per tahun, dan alokasi waktu mata pelajaran lain yang sekelompok dan.
 implementasi pembelajaran per semester menggunakan penggalan silabus sesuai standar kompetensi dan kompetensi dasar untuk mata pelajaran dengan alokasi waktu yang tersedia pada struktur kurikulum. 
Manfaat silabus adalah silabus memiliki beberapa manfaat penting bagi semua pihak yang berkepentingan dengan pendidikan. Dalam sebuah silabus terdapat hal-hal penting seperti standar kompetensi dan kompetensi dasar pokok-pokok materi termasuk pengalaman belajar dan alat penilaian yang dapat dijadikan acuan beserta alokasi waktu untuk setiap kompetensi yang dicapai. Berdasarkan hal tersebut maka dapat dinyatakan untuk guru silabus bermanfaat sebagai pedoman dalam menyusun perencaan pelaksanaan pembelajaran, sebagai pedoman dalam penyelengaraan suatu proses pembelajaran.
Prinsip pengembangan silabus pengembangan silabus ada 10 prinsip pengembangan silabus yaitu: 
1. Ilmiah
2. Relevan
3. Fleksibel
4. Kontinuitas
5. Konsisten
6. Memadai
7. aktual dan 
8. kontekstual
9. efektif
10. efisien
(Mulyasa,2009:192). Namun dalam buku Wina Sanjaya, prinsip-prinsip pengembangan silabus memiliki 8 prinsip yaitu: ilmiah, relevan, sistematis, konsisten, memadai, aktual dan konseptual, fleksibel, dan menyeluruh. (Wina Sanjaya,2008:168)
Proses Pengembangan Silabus Untuk memberi kemudahan kepada guru dan kepala sekolah dalam mengembangkan silabus berbasis ktsp, perlu dipahami proses pengembangannya, baik yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, evaluasi maupun revisi.
Model Pengembangan Silabus Pengembangan silabus adalah salah satu komponen pembelajaran yang didesain dengan memerlukan model yang sesuai dengan tujuan dan kebutuhan pembelajaran tersebut. Berdasarkan definisi model desain pembelajaran yang memiliki arti sebagai tampilan grafis, prosedur kerja yang teratur atau sistematis, serta mengandung pemikiran bersifat uraian atau penjelasan berikut saran. Oleh karena itu mendesain. Selain melihat aspek-aspek di atas, untuk mengembangkan silabus berbasis nilai-nilai karakter perlu juga dilihat dari segi kognitif yang akan dicapai dan afektif yang akan ditanamkan dan dapat dijadikan panduan untuk proses belajar mengajar.  Dalam hal ini pengembangan silabus berbasis nilai-nilai karakter dilakukan melalui kegiatan evaluasi formatif. Dapat disimpulkan bahwa pengembangan nilai-nilai karakter adalah pengembangan silabus yang dibedah pada segi afektifnya yang mana di lakukan pada komponen-komponen kegiatan pembelajaran dan indokator, silabus yang dikembangkan dalam pembelajaran dikembangkan dari berbagai komponen yaitu standart kompetensi, kompetensi dasar, indikator, mater, kegiatan pembelajaran, bentuk penilaian, alokasi waktu,sumber belajar. Penelitian ini menggunakan empat aspek yaitu Nilai kebenaran, konsistensi, relevansi dan bahasa yang sudah melalui proses validitasi.